Obat dan Terapi Kista, Mioma, Endometriosis, Benjolan Payudara dan Tumor Selain Operasi
Tampilkan postingan dengan label Kista Ovarium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kista Ovarium. Tampilkan semua postingan

Alasan Pilih Hydroxygen Plus

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Mempertimbangkan Hydroxygen Plus sebagai terapi alternatif untuk membantu mengatasi masalah kista, mioma ataupun benjolan/kista/tumur/kanker payudara

1. Hydroxygen Plus membuang sampah penyebab dominasi estrogen yang diduga kuat sebagai biang keladi penyebab gangguan reproduktif seperti gangguan haid, kista, mioma ataupun kista payudara. Silahkan anda search sendiri di "mbah google" dengan kata kunci "estrogen dominance" maka anda akan menemukan bagaimana pengaruh kelebihan estrogen bagi kesehatan reproduksi kita.

2. Dr. Gary J. Shima dari Health and Longevity Institute , USA , melakukan uji Hydroxygen Plus pada manusia, dan hasilnya Hydroxygen Plus memperbaiki profil kolesterol. Tahukan anda kolesterol didalam tubuh merupakan bahan pembuatan hormon seks (estrogen), dengan diperbaiki profil/tingkatnya maka kelebihan estrogen dapat
diminimalisasi.

3. Hydroxygen Plus memiliki fungsi antioksidan dengan menyumbang nascent oxygen (oksigen negatif) didalam melawan radikal bebas. Berbagai ahli meyakini bahwa lebih dari 50 jenis penyakit terkait dengan tingginya radikal bebas termasuk masalah kanker atau sel yang tumbuh tidak sebagaimana mestinya (tumor/sel ganas).

4. Hydroxygen Plus menyediakan beragam nutrisi bioaktif yang akan membantu memperbaiki fungsi hati. Hati bertanggung jawab didalam pembuatan hormon, bila hati bagus maka proses sintesa dan perombakan hormon (estrogen) menjadi baik.

5. Hydroxygen Plus memberikan oksigen secara time release. Menurut peraih hadiah nobel "dr. Otto Warburg" kanker /keganasan tidak tumbuh dilingkungan kaya oksigen.Maka tak heran kini banyak pengobatan yang menggunakan media terapi oksigen.

Tentang Kista


  1. Definisi Kista Ovarium
  2. Insiden atau Angka Kejadian Kista
  3. Jenis-Jenis Kista
  4. Penyebab Kista
  5. Faktor Resiko Terjadinya Kista
  6. Gejala Umum Kista
  7. Diagnosa Kista
  8. Penanganan Kista
  9. Tingkat Kesembuhan Kista
  10. Pencegahan Kista
  11. Obat Alternatif Kista
  12. Galeri Video Kista
  13. Rangkuman Kista

Definisi Kista

Kista merupakan suatu benjolan/tumor berisi cairan yang umumnya berbentuk seperti buah bertangkai.   Cairan kista bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Isi cairan bisa berupa air, darah, nanah atau  cairan coklat kental.

Sebenarnya kista bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, dari paru-paru hingga usus. Namun, bila berbicara kista pada wanita, biasanya ada pada indung telur, lantaran itu dinamakan kista indung telur atau kista ovarium.

Kista di ovarium diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar,

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Kista dapat bersifat jinak, dapat pula ganas.

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium juga mensekresikan hormon–hormon penting, seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim). Sepasang ovarium dapat menghasilkan 300.000 sel telur. Dari hasil penelitian, diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone).

Insiden Kista



Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan. 

Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Jenis Kista



1. Kista fungsional.

Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid.

Terdapat 2 macam kista fungsional, yaitu :

a.Kista folikel.

Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan akhirnya menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.

Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu). Kista ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. Tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.

b. Kista lutein.

Akibat perubahan hormon, folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur sendiri dan diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista.

Kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga berdiameter 4 inchi (10 cm) dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Kista ini tidak berbahaya, tidak perlu diangkat apabila tidak mengganggu janin, tetapi membutuhkan pengawasan khusus. Kista ini akan mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah:

b.1 Kista granulosa lutein.

Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum ovarium yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

b.2 Kista theca lutein.

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.

2. Kista dermoid.

Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.

3. Kista endometriosis.

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

4. Kistadenoma.

Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar sehingga berpotensi untuk ganas dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.

5. Kista polikistik.

Di sini, ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen (hormon yang dipunyai oleh laki-laki dalam jumlah banyak. Pada wanita, normalnya hormon ini dalam jumlah sedikit) yang berlebihan. 
Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi (pematangan sel telur), sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas (ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan.

6. Jenis kista-kista ovarium yang lainnya.

Misalnya : kista inklusi germinal, kista Stein-Leventhal, kistoma ovarii simpleks, dan lain-lain.

Penyebab Kista

Kista ovarium terbentuk dari berbagai macam sebab (penyebab persisnya belum diketahui). Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista.

Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon (hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri) yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. 

Walaupun penyebab utama belum diketahui namun dengan mengetahui faktor resikonya kita dapat melakukan usaha agar bisa meminimalkan kejadian kista

Faktor Resiko Kista

Penyebab Kista memang belum diketahui secara pasti, tapi faktor pemicu terjadinya kista bisa kita amati.

Faktor pemicu kista saat ini banyak sekali, di antaranya

1. Normalnya wanita memiliki keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, namun dewasa ini banyak kasus dimana jumlah estrogen yang melebihi dari keseimbangan yang ada (disebut dominasi estrogen), dan ini bisa memudahkan tumbuhnya kista, mioma, dan kasus reproduksi lainnya. Baca artikel dominasi estrogen.

2. Polusi Udara. Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya. Kondisi ini merupakan pemicu munculnya kista.

3. Keturunan. Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang mengidap kista, mioma, endometriosis, maka anda mungkin mewarisi sifat yang sama.

4. Pola Makan. Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan tersebut dapat dijadikan sumber estrogen jahat.

5. Kegemukan

Gejala Umum Kista



Kebanyakan wanita yang mempunyai kista ovarium tidak menimbulkan gejala.

Gejala biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama.

Gejala pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan.

Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Diagnosa Kista

Pemeriksaan kista ovarium dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium, lalu melihat ovarium melalui USG, pemeriksaan patologi anatomi (PA), MRI, CT-Scan, laparoskopi atau melalui operasi. Apabila telah masuk pada stadium ganas, maka diperlukan pemeriksaan tumor marker.

Terdapat beberapa cara untuk menentukan apakah kista pada ovarium bersifat jinak atau ganas, yaitu :

Berdasarkan pemeriksaan fisik

Jinak bila:

    * Pergerakkan Mudah digerakkan (mobile)
    * Konsistensi / Isi Kistik
    * Terdapat hanya di 1 sisi atau 2 sisi tubuh
    * Permukaan Halus dan tidak berdungkul (smooth)

Ganas bila:

    * Pergerakkan  Sulit digerakkan (fixed / menetap)
    * Konsistensi / Isi Padat (solid)
    * Terdapat di  1 sisi tubuh 2 sisi tubuh
    * Permukaan Berdungkul-dungkul

Berdasarkan hasil radiografi

Jinak bila:

    * Kista sederhana dengan ukuran kurang dari 10 cm
    * Tebal sekat kurang dari 3 mm
    * 1 sisi
    * Tidak membentuk massa di perut

Ganas bila:

    * Tumor solid (padat) atau campuran
    * Banyak sekat dan tebal sekat (dinding) lebih dari 3 mm
    * 2 sisi
    * Membentuk massa di perut (asites)

Berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi (PA) sel-selnya

Jinak

    * Tidak ada perlekatan sehingga mudah digerakkan (mobile)
    * Kapsul (pembungkus) kista utuh

Ganas bila:

    * Ada perlekatan sehingga sulit digerakkan (fixed)
    * Kapsul (pembungkus) kista tidak utuh / pecah / rupture

Penanganan Kista

Pengobatan tergantung pada tipe dan ukuran kista serta usia penderita.

Untuk kista folikel, kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 bulan. Tetapi tetap harus dikonsultasikan pada dokter.

Untuk kista lutein golongan granulosa lutein, yang sering terjadi pada wanita hamil, akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi. Sedangkan untuk golongan teka lutein, maka akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan.

Untuk Kista polisistik indung telur yang menetap / persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit.

Untuk kista fungsional, dapat digunakan pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.

Bagi wanita yang menjalani operasi kista ovarium, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.

Akan tetapi, jika kista cepat membesar, tidak menghilang setelah dilakukan beberapa terapi, terasa nyeri, dan diderita oleh wanita yang sudah masuk menopause, maka dokter akan melakukan pembedahan yang dapat sampai mengangkat seluruh peranakan (histerectomy).

Selain terapi diatas , ada juga langkah-langkah terapi dengan obat atau produk alternatif alami, yang kini mulai tersedia dipasaran

Tingkat Kesembuhan Kista

Kista seringkali kambuh walaupun sudah dilakukan operasi, hal ini karena penyebab utama kista belum tertangani dengan baik. Oleh karena penyebabnya belum diketahui secara persis , maka faktor pemicu terjadinya kista perlu diminimalisasi.

Pencegahan Kista

Sebagai wanita seharusnya dapat mencegah agar dirinya tidak mempunyai kista dalam peranakannya.

Upaya yang dapat dilakukan adalah :

1. Menghindari atau membatasi faktor pemicu terjadinya kista. Baca di Dominasi Estrogen.

2. Mengetahui secara dini penyakit ini, sehingga penderita tidak memasuki stadium yang terlalu berbahaya dan pengobatan yang diberikan masih memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Upaya tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

   1. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
   2. Pemeriksaan USG, bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
   3. Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker)
   4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :

   1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
   2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
   3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
   4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon

Jadi, bagi para wanita, bila terdapat gangguan-gangguan yang berhubungan dengan organ-organ reproduksi Anda, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan lainnya, segera perisakan diri Anda kepada dokter dan jagalah tubuh Anda, terutama peranakan Anda agar Anda tidak mengalami momok yang hampir semua wanita sangat menakutinya dengan melakukan pemeriksaan secara rutin organ reproduksi  kepada dokter Anda.

Obat Kista Alternatif

Secara medis, kista ditangani dengan pemberian obat-obatan hormonal dan operasi.  Setelah dilakukan tindakan diatas bukan berarti masalah kista sudah selesai, pada beberapa kasus mioma uteri dapat tumbuh kembali, dan pada beberapa kasus pemberian obat atau tindakan diatas mengundang juga efek samping kesehatan.

Langkah selain pemberian obat-obatan atau tindakan operasi, adalah dengan pemberian produk alternatif alami bisa berasal dari herbal atau formulasi lainnya.Produk seperti ini bisa diberikan bersamaan dengan obat-obatan medis atau juga diberikan terpisah, untuk upaya pencegahan, pengobatan atau terapi.

Kami memiliki produk yang secara empiris mampu membantu mengatasi masalah kista. Produk tersebut diantaranya adalah Hydroxygen Plus.

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Mempertimbangkan Hydroxygen Plus sebagai terapi alternatif untuk membantu mengatasi masalah kista

1. Hydroxygen Plus membuang sampah penyebab dominasi estrogen yang diduga kuat sebagai biang keladi penyebab atau pemicu masalah kista

2. Dr. Gary J. Shima dari Health and Longevity Institute , USA , melakukan uji Hydroxygen Plus pada manusia, dan hasilnya Hydroxygen Plus memperbaiki profil kolesterol. Tahukan anda kolesterol didalam tubuh merupakan bahan pembuatan hormon seks (estrogen), dengan diperbaiki profil/tingkatnya maka kelebihan estrogen dapat
diminimalisasi.

3. Hydroxygen Plus memiliki fungsi antioksidan dengan menyumbang nascent oxygen (oksigen negatif) didalam melawan radikal bebas. Berbagai ahli meyakini bahwa lebih dari 50 jenis penyakit terkait dengan tingginya radikal bebas termasuk masalah kanker atau sel yang tumbuh tidak sebagaimana mestinya (tumor/sel ganas).

4. Hydroxygen Plus menyediakan beragam nutrisi bioaktif yang akan membantu memperbaiki fungsi hati. Hati bertanggung jawab didalam pembuatan hormon, bila hati bagus maka proses sintesa dan perombakan hormon (estrogen) menjadi baik.

5. Hydroxygen memberikan oksigen secara time release. Menurut peraih hadiah nobel "dr. Otto Warburg" kanker /keganasan tidak tumbuh dilingkungan kaya oksigen. Maka tak heran kini banyak pengobatan yang menggunakan media terapi oksigen.

Selain Hydroxygen Plus kami juga memiliki produk lain dalam rangka menyehatkan organ reproduksi sehingga meminimalkan resiko terkena kista .

Testimoni Kista

Hydroxygen Plus telah terbukti dapat membantu menyembuhkan kista dan masalah reproduksi lain (mioma, endometriosis,tumor/kanker payudara) tanpa harus melalui prosedur operasi. Berikut sekelumit laporan penderita yang merasakan manfaat penggunaan Hydroxygen Plus.

1. Kasus 01 : Penderita kista ukuran 65 x 60 mm, dan disarankan oleh dokter untukmengangkat kistanya melalui prosedur operasi, setelah menggunakan Hydroxygen Plus selama 3 minggu ternyata kistanya telah menghilang.

2. Kasus 02
: Penderita Kista berukuran 4,2 cm sembuh dalam waktu 12 hari setelah menggunakan Hydroxygen Plus.

3. Kasus 03 : Seorang Gadis Penderita Kista berukuran 4,2, dalam waktu sebulan kistanya sembuh

4. Kasus 04 : Seorang Ibu sulit hamil karena mempunyai masalah di organ reproduksi, ia menjalani penyuntikan Leuprorelin acetate (tapros), tapi tumor marker Ca 125 tinggi terus (penanda tumor dirahim), dan tak kunjung turun. Namun setelah konsumsi Hydroxygen Plus,masalah reproduksi dapat teratasi dengan baik, dan si ibu tersebut hamil dan sekarang sudah melahirkan anak dengan sehat.

5. Kasus 05 : Seorang ibu di Medan, ingin punya keturunan tapi terganjal oleh kista, namun berkat konsumsi Hydroxygen Plus , kistanya dapat teratasi dan sekarang hamil

6. Kasus 06 : Seorang ibu di Palembang, bertahun-tahun mengalami ganguan nyeri haid akibat adanya kista, namun setelah konsumsi Hydroxygen Plus, kistanya dapat teratasi dan masalah haidnyapun sudah teratasi. Senang yang luar biasa, kini dia enyarankan Hydroxygen Plus ke teman dan sanak saudaranya.

7. Kasus 07
: Januari 2010 -Seorang ibu di tinggal kawasan TMII : setelah 1 bulan mengkonsumsi Hydroxygen Plus, kista yang dideritanya ( 5 cm) hilang

8. Kasus 08 : Seorang ibu di Probolinggo atas saran saudaranya seorang dokter di klinik bersalin di Jakarta Timur, mersakan manfaat penggunaan Hydroxygen Plus. Dalam 1,5 bulan , myoma yang dideritanya dari 11 cm berkurang menjadi 6 cm.

9. Kasus 09 :
Seorang ibu di Padang melaporkan di bulan Maret 2010, sangat bahagia sekali karena kista di ovarium yang dideritanya telah sembuh

10. Kasus 10 : Seorang ibu di Cilegon, sangat berbahagia, setelah mengkonsumsi Hydroxygen Plus 2 botol (1 1/2 bulan) kista 4,5 cm dan 3,5 telah sembuh... dan kini beliau telah positif hamil ( suatu hal yang sangat didambakan oleh beliau)... karena sangat bahagianya beliaupun mulai menganjurkan ke sanak familinya...laporan bulan April 2010

11. Kasus 11 : Seorang ibu di daerah Leuwih Panjang -Bandung : Kista yang dideritanya sembuh, diapun memesan hydroxygen plus dalam jumlah banyak untuk keluarganya juga...

12. Kasus 12 : Seorang ibu melaporkan bahwa tumor payudaranya makin mengecil (tumor tahap advanced)

13. Kasus 13 : Seorang ibu di Palu : Kista yang dideritanya sembuh...November 2010

14. Kasus 14
: Seorang ibu di Jakarta Pusat , Myoma sembuh 8 cm, dan dia sekarang menyarankan pada teman-teman sekantornya di kawasan Sudirman.

15. Kasus 15 : Seorang Penderita kista rahim di Tanjung Karang sembuh setelah mengkonsumsi Hydroxygen Plus selama 1 bulan. Terima kasih sharingnya ibu, semoga bermanfaat untuk yang lain...Desember 2010

16. Kasus 16
: Seorang Penderita kista payudara di Bukittinggi berangsur-angsur membaik kodisinya setelah mengkonsumsi Hydroxygen Plus.Terima kasih sharingnya ibu, semoga bermanfaat untuk yang lain...Awal Januari 2011

17. Kasus lain : Masih banyak yang lain ...ada yang dari dari aceh  hingga abepura (jayapura).

Bagaimana dengan anda? Semoga kesehatan selalu menyertai anda. Namun bila anda, rekan atau sanak famili anda terkena kista atau masalah reproduksi lain  jangan ragu hubungi kami , semoga Hydoxygen Plus  dapat membantu mengatasi masalah yang anda derita.

Galeri Kista

 

 

Kista

Apakah Kista Itu ?

Kista merupakan suatu benjolan/tumor berisi cairan yang umumnya berbentuk seperti buah bertangkai.   Cairan kista bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Isi cairan bisa berupa air, darah, nanah atau  cairan coklat kental.

Sebenarnya kista bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, dari paru-paru hingga usus. Namun, bila berbicara kista pada wanita, biasanya ada pada indung telur, lantaran itu dinamakan kista indung telur atau kista ovarium.

Kista di ovarium diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar,

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Kista dapat bersifat jinak, dapat pula ganas.

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium juga mensekresikan hormon–hormon penting, seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim). Sepasang ovarium dapat menghasilkan 300.000 sel telur. Dari hasil penelitian, diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone).


Angka kejadian kista?

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan.

Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.


Sebutkan jenis-jenis Kista?

1. Kista fungsional.

Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid.

Terdapat 2 macam kista fungsional, yaitu :

a.Kista folikel.

Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan akhirnya menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.

Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu). Kista ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. Tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.

b. Kista lutein.

Akibat perubahan hormon, folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur sendiri dan diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista.

Kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga berdiameter 4 inchi (10 cm) dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Kista ini tidak berbahaya, tidak perlu diangkat apabila tidak mengganggu janin, tetapi membutuhkan pengawasan khusus. Kista ini akan mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah:

b.1 Kista granulosa lutein.

Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum ovarium yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut. Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

b.2 Kista theca lutein.

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.

2. Kista dermoid.

Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.

3. Kista endometriosis.

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

4. Kistadenoma.

Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar sehingga berpotensi untuk ganas dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.

5. Kista polikistik.

Di sini, ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen (hormon yang dipunyai oleh laki-laki dalam jumlah banyak. Pada wanita, normalnya hormon ini dalam jumlah sedikit) yang berlebihan.

Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi (pematangan sel telur), sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas (ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan.

6. Jenis kista-kista ovarium yang lainnya.

Misalnya : kista inklusi germinal, kista Stein-Leventhal, kistoma ovarii simpleks, dan lain-lain.

Apa Penyebab Kista?

Kista ovarium terbentuk dari berbagai macam sebab (penyebab persisnya belum diketahui). Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista.

Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon (hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri) yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Walaupun penyebab utama belum diketahui namun dengan mengetahui faktor resikonya kita dapat melakukan usaha agar bisa meminimalkan kejadian kista

Apa faktor pemicu terjadinya Kista


Penyebab Kista memang belum diketahui secara pasti, tapi faktor pemicu terjadinya kista bisa kita amati.

Faktor pemicu kista saat ini banyak sekali, di antaranya

1. Normalnya wanita memiliki keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, namun dewasa ini banyak kasus dimana jumlah estrogen yang melebihi dari keseimbangan yang ada (disebut dominasi estrogen), dan ini bisa memudahkan tumbuhnya kista, mioma, dan kasus reproduksi lainnya. Baca artikel dominasi estrogen.

2. Polusi Udara. Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya. Kondisi ini merupakan pemicu munculnya kista.

3. Keturunan. Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang mengidap kista, mioma, endometriosis, maka anda mungkin mewarisi sifat yang sama.

4. Pola Makan. Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan tersebut dapat dijadikan sumber estrogen jahat.

5. Kegemukan


Sebutkan Gejala Umum Kista?


Kebanyakan wanita yang mempunyai kista ovarium tidak menimbulkan gejala.

Gejala biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama.

Gejala pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan.

Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Bagimana mediagnosa keberadaan kista?


Pemeriksaan kista ovarium dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium, lalu melihat ovarium melalui USG, pemeriksaan patologi anatomi (PA), MRI, CT-Scan, laparoskopi atau melalui operasi. Apabila telah masuk pada stadium ganas, maka diperlukan pemeriksaan tumor marker.

Terdapat beberapa cara untuk menentukan apakah kista pada ovarium bersifat jinak atau ganas, yaitu :

Berdasarkan pemeriksaan fisik

Jinak bila:

    * Pergerakkan Mudah digerakkan (mobile)
    * Konsistensi / Isi Kistik
    * Terdapat hanya di 1 sisi atau 2 sisi tubuh
    * Permukaan Halus dan tidak berdungkul (smooth)

Ganas bila:

    * Pergerakkan  Sulit digerakkan (fixed / menetap)
    * Konsistensi / Isi Padat (solid)
    * Terdapat di  1 sisi tubuh 2 sisi tubuh
    * Permukaan Berdungkul-dungkul

Berdasarkan hasil radiografi

Jinak bila:

    * Kista sederhana dengan ukuran kurang dari 10 cm
    * Tebal sekat kurang dari 3 mm
    * 1 sisi
    * Tidak membentuk massa di perut

Ganas bila:

    * Tumor solid (padat) atau campuran
    * Banyak sekat dan tebal sekat (dinding) lebih dari 3 mm
    * 2 sisi
    * Membentuk massa di perut (asites)

Berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi (PA) sel-selnya

Jinak

    * Tidak ada perlekatan sehingga mudah digerakkan (mobile)
    * Kapsul (pembungkus) kista utuh

Ganas bila:

    * Ada perlekatan sehingga sulit digerakkan (fixed)
    * Kapsul (pembungkus) kista tidak utuh / pecah / rupture


Bagimana menangani kista?

Pengobatan tergantung pada tipe dan ukuran kista serta usia penderita.

Untuk kista folikel, kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 bulan. Tetapi tetap harus dikonsultasikan pada dokter.

Untuk kista lutein golongan granulosa lutein, yang sering terjadi pada wanita hamil, akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi. Sedangkan untuk golongan teka lutein, maka akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan.

Untuk Kista polisistik indung telur yang menetap / persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit.

Untuk kista fungsional, dapat digunakan pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.

Bagi wanita yang menjalani operasi kista ovarium, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.

Akan tetapi, jika kista cepat membesar, tidak menghilang setelah dilakukan beberapa terapi, terasa nyeri, dan diderita oleh wanita yang sudah masuk menopause, maka dokter akan melakukan pembedahan yang dapat sampai mengangkat seluruh peranakan (histerectomy).

Selain terapi diatas , ada juga langkah-langkah terapi dengan obat atau produk alternatif alami, yang kini mulai tersedia dipasaran

Bagimanana Tingkat Kesembuhan Kista?

Kista seringkali kambuh walaupun sudah dilakukan operasi, hal ini karena penyebab utama kista belum tertangani dengan baik. Oleh karena penyebabnya belum diketahui secara persis , maka faktor pemicu terjadinya kista perlu diminimalisasi.

Apakah Tindakan Pecegahan Kista?

Sebagai wanita seharusnya dapat mencegah agar dirinya tidak mempunyai kista dalam peranakannya.

Upaya yang dapat dilakukan adalah :

1. Menghindari atau membatasi faktor pemicu terjadinya kista. Baca di Dominasi Estrogen.

2. Mengetahui secara dini penyakit ini, sehingga penderita tidak memasuki stadium yang terlalu berbahaya dan pengobatan yang diberikan masih memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Upaya tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

   1. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
   2. Pemeriksaan USG, bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
   3. Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker)
   4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :

   1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
   2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
   3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
   4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon

Jadi, bagi para wanita, bila terdapat gangguan-gangguan yang berhubungan dengan organ-organ reproduksi Anda, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan lainnya, segera perisakan diri Anda kepada dokter dan jagalah tubuh Anda, terutama peranakan Anda agar Anda tidak mengalami momok yang hampir semua wanita sangat menakutinya dengan melakukan pemeriksaan secara rutin organ reproduksi  kepada dokter Anda.


Apakah ada obat alternatif untuk kista?

Secara medis, kista ditangani dengan pemberian obat-obatan hormonal dan operasi.  Setelah dilakukan tindakan diatas bukan berarti masalah kista sudah selesai, pada beberapa kasus mioma uteri dapat tumbuh kembali, dan pada beberapa kasus pemberian obat atau tindakan diatas mengundang juga efek samping kesehatan.

Langkah selain pemberian obat-obatan atau tindakan operasi, adalah dengan pemberian produk alternatif alami bisa berasal dari herbal atau formulasi lainnya.Produk seperti ini bisa diberikan bersamaan dengan obat-obatan medis atau juga diberikan terpisah, untuk upaya pencegahan, pengobatan atau terapi.

Kami memiliki produk yang secara empiris mampu membantu mengatasi masalah kista. Produk tersebut diantaranya adalah Hydroxygen Plus.

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Mempertimbangkan Hydroxygen Plus sebagai terapi alternatif untuk membantu mengatasi masalah kista

1. Hydroxygen Plus membuang sampah penyebab dominasi estrogen yang diduga kuat sebagai biang keladi penyebab atau pemicu masalah kista

2. Dr. Gary J. Shima dari Health and Longevity Institute , USA , melakukan uji Hydroxygen Plus pada manusia, dan hasilnya Hydroxygen Plus memperbaiki profil kolesterol. Tahukan anda kolesterol didalam tubuh merupakan bahan pembuatan hormon seks (estrogen), dengan diperbaiki profil/tingkatnya maka kelebihan estrogen dapat
diminimalisasi.

3. Hydroxygen Plus memiliki fungsi antioksidan dengan menyumbang nascent oxygen (oksigen negatif) didalam melawan radikal bebas. Berbagai ahli meyakini bahwa lebih dari 50 jenis penyakit terkait dengan tingginya radikal bebas termasuk masalah kanker atau sel yang tumbuh tidak sebagaimana mestinya (tumor/sel ganas).

4. Hydroxygen Plus menyediakan beragam nutrisi bioaktif yang akan membantu memperbaiki fungsi hati. Hati bertanggung jawab didalam pembuatan hormon, bila hati bagus maka proses sintesa dan perombakan hormon (estrogen) menjadi baik.

5. Hydroxygen memberikan oksigen secara time release. Menurut peraih hadiah nobel "dr. Otto Warburg" kanker /keganasan tidak tumbuh dilingkungan kaya oksigen. Maka tak heran kini banyak pengobatan yang menggunakan media terapi oksigen.

Selain Hydroxygen Plus kami juga memiliki produk lain dalam rangka menyehatkan organ reproduksi sehingga meminimalkan resiko terkena kista

Sindroma Ovarium Polikista


Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal) adalah suatu penyakit dimana ovarium (indung telur) membesar dan mengandung banyak kantong yang berisi cairan (kista); kadar hormon pria (androgen) bisa tinggi sehingga kadang menyebabkan maskulinisasi.

Pada sindroma ini kelenjar hipofisa biasanya melepaskan sejumlah besar LH (luteinizing hormone).
LH yang berlebihan menyebabkan peningkatan pembentukan androgen dan kadar androgen yang tinggi ini kadang menyebabkan timbulnya jerawat dan rambut yang kasar.

Jika tidak diobati, sebagian androgen bisa diubah menjadi estrogen dan kadar estrogen yang tinggi bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker lapisan rahim (kanker endometrium).

PENYEBAB

Penyebabnya belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan dalam mekanisme umpan baik ovarium-hipotalamus.
Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium.
Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisa dalam jumlah yang tepat.

Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium.
Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, karena itu terbentuk kista di dalam ovarium dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

Ovaium polikista memiliki ukuran 2-5 kali lebih besar daripada ovarium yang normal serta memiliki lapisan luar yang putih, tebal dan sangat kuat.
Sindroma ini biasanya muncul segera setelah pubertas.

Penderita seringkali memiliki ibu atau saudara perempuan yang juga menderita sindroma ovarium polikista.

GEJALA

Gejala biasanya muncul pada masa pubertas, yaitu berupa:
# Obesitas
# Hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih yang mengikuti pola pria, misalnya rambut tumbuh di dada dan wajah)
# Oligomenore (menstruasi abnormal, tidak teratur dan sedikit)
# Amenore
# Kemandulan
# Payudara mengecilecreased breast size
# Jerawat
# Virilisasi (maskulinisasi, tanda-tanda kejantanan).


DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (pemeriksaan panggul).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
# Kadar LH dan FSH (rasio LH dan FSH biasanya meningkat)
# USG vagina
# Laparoskopi
# Biopsi ovarium
# Kadar androgen, estrogen.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada jenis dan beratnya gejala, usia penderita dan rencana kehamilan.

Jika tidak terjadi hirsutisme, bisa diberikan progentin sintetis atau pil KB. Tetapi kedua obat tersebut tidak diberikan jika penderita ingin hamil, telah memasuki masa menopause atau memiliki resiko tinggi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah.
Progestin sintetis juga diberikan untuk mengurangi resiko kanker endometrium akibat tingginya kadar estrogen.

Untuk mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan bisa dilakukan pencukuran dengan elektrolisis, pencabutan, pemakaian lilin atau cairan maupun krim perontok rambut (depilatori).

Pertumbuhan rambut berlebih juga bisa diatasi dengan spironolakton (obat yang menghambat pembentukan dan aksi hormon pria).
Efek samping dari spironolakton adalah peningkatan pembentukan air kemih, tekanan darah rendah, nyeri dada dan perdarahan vagina yang tidak teratur.
Spironolactone juga bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, karena itu penderita yang mendapatkan spironolakton sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi.

Jika penderita masih ingin hamil, bisa diberikan clomifene (obat yang merangsang pelepasan sel telur oleh ovarium).

Jika clomifene tidak efektif, bisa diberikan sejumlah hormon (misalnya FSH atau GnRH).
Jika pemberian obat-obatan tidak efektif, penderita bisa menjalani pembedahan untuk mengangkat sebagian ovarium (reseksi baji) atau kauterisasi kista (menghancurkan kista dengan arus listrik).

Pembedahan bisa merangsang pelepasan sel telur tetapi biasanya merupakan pilihan terakhir karena bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan mengurangi kemampuan penderita untuk hamil.

PRODUK ALTERNATIF UNTUK MENANGANI KISTA TANPA OPERASI, KLIK DISINI